SELAMAT DATANG DI PULAU WEH/TEMPATNYA ORANG BERWISATA ( SELAMAT DATANG KE SABANG )

FOTO-FOTO GAPANG DAN IBOIH


GAPANG DAN IBOIH

PHOTOS AND Iboih Gapang

Pulau Weh, sebuah pulau terujung dengan ibukota Sabang merupakan sebuah pulau yang benar-benar eksotik. Melihat gugusan Pulau Weh serasa menyatu dengan alam. Di sepanjang jalan utama menuju kota Sabang, penuh dengan pepohonan besar nan rindang, jalanan yang lenggang, jauh dari suara bising kendaraan, polusi sangat rendah, dan angin selalu semilir. Keindahan pulau Weh ini menjadi daya pesona ekowisata.

(Pulau Weh, an island with the capital terujung Sabang is an island that is really exotic. See clusters of Pulau Weh seemed to blend with nature. Along the main road to Sabang town, full of great nan shady trees, a swing street, away from vehicle noise, pollution is very low, and the wind is always breezy. The beauty of the island of Weh is the main charm of ecotourism.)

Pulau Weh merupakan pulau terbesar dari gugusan kepulauan, dan menjadi jantung ibukota Sabang. Di sekelilingnya terdapat empat pulau kecil yang mengepungnya yakni Pulau Rubiah, Klah, Selako, dan Rondo. Sementara itu, kota Sabang telah menjadi saksi sejarah pada masa kekuasaan Belanda dan masuknya Jepang pada saat pecah Perang Dunia II.


(Pulau Weh is the largest island of the archipelago, and the heart of the capital city of Sabang. Around him there are four small islands that surrounded the island Rubiah, Klah, Selako, and Rondo. Meanwhile, the town of Sabang had to witness history in the reign of the Netherlands and Japan at the time of entry of World War II.)

Secara topografi, kota Sabang memiliki kawasan terbanyak adalah bukit dan pegunungan. Hampir 52% bukit dan pegunungan mendominasi wilayah Kota Sabang, sisanya adalah dataran rendah, bukit berkelok, dan teluk. Ada tiga teluk yang mengelilingi Kota Sabang, yakni Teluk Alam Sabang, Teluk Alam Balohan, dan Teluk Pria Laot. Kawasan itu menjadi wisata alam yang banyak dikunjungi turis domestic dan luar negeri.


(In topography, the city of Sabang has the largest area of ​​hills and mountains. Nearly 52% hills and mountains dominate the area of ​​Sabang, the rest are lowlands, winding hills and bay. There are three bays that surround the town of Sabang, the Sabang Bay Nature, Nature Balohan Gulf and the Gulf of Men Laot. Region became the most visited natural attractions domestic and foreign tourists.)

Sementara itu posisi Pulau Weh yang menjadi jantung Kota Sabang berhadapan dengan Selat Malaka, sebuah kawasan yang sangat dekat dengan Australia dan Asia. Untuk menuju Pulau Weh, cukup denganmenggunakan kapal cepat yang bisa ditempuh dari pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh menuju Bolahan-Sabang sekitar 50 menit. Harga tiket untuk satu orang Rp 60 ribu.

(Meanwhile, Pulau Weh position at the heart of Sabang dealing with the Straits of Malacca, an area very close to Australia and Asia. To get to Pulau Weh, USING pretty fast boat that can be reached from the port of Banda Aceh to Ulee Lheue Bolahan-Sabang about 50 minutes. Ticket price for one person $ 60 thousand.)
Gugusan pulau-pulau itu juga menyimpan pesona keragaman terumbu karang yang terbesar di kawasan Taman Laut Gapang, Iboih, dan Pulau Rubiah. Ada sekitar 360 tipe terumbu karang yang. Keindahannya membuat pemerintah kota Sabang berkeinginan menjadikan Pulau Weh sebagai tujuan pariwisata berbasis ekologi. Kenyataannya memang banyak turis asing yang datang ke Pulau Weh hanya ingin menikmati indahnya pemandangan, birunya laut, pohon-pohon rindang, dan beragam terumbu karang.

(Cluster of islands that also keeps the charm of the largest coral reef biodiversity in the Marine Park area Gapang, Iboih, and Rubiah island. There are about 360 types of coral reefs. Its beauty makes the city government wants to make Pulau Weh Sabang as ecology-based tourism destination. The fact is that many foreign tourists who come to Pulau Weh just want to enjoy the beautiful scenery, azure sea, shade trees, and diverse coral reefs.)
Wali kota Sabang Munawar Liza Zainal pun sudah merancang konsep ekowisata yang dimaksud dengan mengurangi sampah plastik, memelihara pepohonan, sambil terus menanam pohon di daerah yan mulai berkurang jumlah pohonnya.


(Sabang mayor Munawar Liza Zainal had already designed the concept of ecotourism is to reduce plastic waste, nurture the trees, while continuing to plant trees in the area began to decrease the number of yan tree.)

Terumbu Karang

Coral Reefs


Daya tarik terumbu karang itu juga menjadi kelebihan Sabang, jika dibandingkan dengan Langkawi dan Phuket, dua kawasan wisata bahari yang jaraknya hanya 45 menit dari Sabang. Untuk itu, konsep ekowisata akan menjadi unggulan.


(The appeal of coral reefs is also a surplus of Sabang, when compared to Langkawi and Phuket, two marine tourism area which is only 45 minutes from Sabang. To that end, the concept of ecotourism will be seeded.)

Kota Sabang sebagai sentra kegiatan ekonomi, pariwisata, dan kebudayaan juga memiliki daya tarik. Kota itu dibangun di atas bukit. di sana terdapat dua wilayah yang sudah ada sejak zaman Belanda, yakni Kota Atas dan Kota Bawah Barat.

Disebut Kota Atas karena banyak bangunan dibangun di atas bukit. Sebaliknya Kota Bawah terletak dekat dengan Pantai.
Bila anda berkunjung ke kota Sabang jangan lewatkan pemandangan di Kota Atas. Anda bisa berjalan kaki di Jalan Diponegoro dan berdiri di bawah bayangan pohon trembesi yang besar-besar. Atau sekadar duduk-duduk di taman dengan rimbunan pohon trembesi sambil melihat pemandangan laut dan rumah nelayan di bawahnya.
Pagi, siang, atau sore, pemandangan di atas bukit Jalan Diponegoro ini tetap menarik. Jalan Diponegoro merupakan jalan raya besar yang banyak dilalui kendaran. namun di Kota Sabang, kendaraan sangat sedikit sehingga tidak menimbulkan kebisingan dan polusi.
Di Kota Atas ini banyak rumah sisa peninggalan zaman Belanda yang masih utuh. Ada pula bangunan benteng dan bungker yang dibangun pada masa pemerintahan Belanda dan Jepang. Sementara itu, di Kota Bawah akan ditemui pasar tradisional yang menjual beragam hasil bumi, seperti sayuran, ikan, dan hasil kerajinan khas kota Sabang. Suasananya yang sangat khas, menjadi pemandangan dan tentu pengalaman tersendiri bagi Anda.
Tertarik ? Let’s visit Weh Island…

The appeal of coral reefs is also a surplus of Sabang, when compared to Langkawi and Phuket, two marine tourism area which is only 45 minutes from Sabang. To that end, the concept of ecotourism will be seeded.

Sabang city as a center of economic activity, tourism, and culture also has its appeal. The city was built on a hill. there are two areas that have been around since the Dutch period, the City of Upper and Lower City West.
Called the Upper City because many buildings are built on the hill. Instead the Lower City is located close to the beach.
When you visit the town of Sabang do not miss the scene in the Upper City. You can walk on Jalan Diponegoro and stood in the shade of a tamarind tree that big. Or just sit in the garden with a hedge with a tamarind tree view of the sea and fishing in the lower house.
Morning, afternoon, or evening, the view over the hills Diponegoro Street remains engaging. Jalan Diponegoro a major highway that many vehicles pass. but in Sabang, very few vehicles that do not cause noise and pollution.
In the Upper City is a lot of remnants of the Dutch colonial house that is still intact. There are also building forts and bunkers built during the reign of the Netherlands and Japan. Meanwhile, in the Lower City will encountered the traditional market that sells a variety of crops such as vegetables, fish, and handicrafts of the town of Sabang. The atmosphere is very distinctive, and certainly a sight for your own experience.
Interested? Let's visit Weh Island ...)
You have just read an article that category by title FOTO-FOTO GAPANG DAN IBOIH. You can bookmark this page with a URL http://wehisland-sabang.blogspot.com/2012/08/foto-foto-gapang-dan-iboih.html. Thanks!
Ditulis oleh: husaini coul - Selasa, 07 Agustus 2012

Belum ada komentar untuk "FOTO-FOTO GAPANG DAN IBOIH"

Posting Komentar